Keterikatan “kontrak sosial” ini, membunuhku perlahan – lahan. Dimana,bahasa suci cinta dipermainkan lidah kedua pelaku kontrak. Apakah cinta itu benar – benar ada, tak ada yang tahu. Ataukah cinta hanya dijadikan “perantara” untuk kelangsungan hidup? Aku sangat2 mencintai anakku, itu satu2nya hal yang kuketahui tentang cinta.
Tuhan, maafkan aku… Kini, setiap kali aku melihat kitab suci terakhirmu itu, aku merasa sakit, aku muak, aku kecewa, bahkan aku ingin merobeknya, meneriakkan kepada dunia bahwa Kitab itu, tak lebih dari kumpulan ukiran bahasa asing semata!!!
Mungkin, tidak ada satupun yang benar benar mengerti!!! hanya ada aku dengan isak tangisku di setiap malam. Hanya ada aku dengan segala kebencianku. Kebodohanku, kebutaanku, bahkan mimpi2 indah yang dulu membuatku melayang, kini perlahan – lahan menggerogoti habis nafas harapan akan hadirnya cinta.
Anakku, Sang penawar sakit. Hanya dirinya yang bisa membuat aku sedikit lupa tentang kegilaanku. Anakku, yang membuat kedua kaki ini masih tetap tegar berdiri walau gemetar; menghadapi permainan kata cinta ini.
Yah… semuanya hanyalah sebuah kontrak sosial yang mengikat. Siapa yang lebih berkuasa atasnya? Dirinya? Aku? Atau “Dia?” Siapa yang tahu kapan kontrak menyesakkan ini akan berakhir? Dirinya seolah menutup mata dan telinganya akan keputusasaanku. Apa yang sebenarnya ia mau? Jika jawabannya adalah cinta, MAAF, tolong seseorang memberitahunya bahwa ia mencari cinta di tempat yang sangat salah. Cinta itu tidak ada lagi pada diriku… Ia sudah membuangnya sendiri dengan kedua tangannya, dan atas nama Tuhannya!!!
Terserah… Bolehkah aku berpasrah seperti itu? Sebenarnya… aku hanya ingin kontrak ini berakhir dengan sangat damai, disetujui oleh kedua belah pihak, seperti halnya ketika kontrak ini dibuat 3 tahun yang lalu. Tak ada paksaan, yang ada hanyalah kesepakatan.
Mungkin aku akan menjadi sedikit lega, karena tidak ada lagi kekhawatiran untuk tersakiti dan dicampakkan lagi. Dan mungkin, aku akan mulai “berteman” lagi dengan Si Kitab suci. Mungkin, ketika semuanya berakhir, semuanya akan mulai membaik…