Anakku; Haydar Ali… hampir satu tahun sudah, kamu meninggalkan ibu, sayang…
Rasanya… Masih sangat2 terasa kehadiranmu disini, dipelukanku. Masih sangat nyata terdengar suara tangisanmu, dan aku pun masih terbangun di tengah malam.
Seolah olah tubuh ini masih sangat terbiasa untuk mengganti popokmu, menyusuimu dan kemudian menimangmu sampai kamu terlelap kembali.
Kamu tidak lagi bersama ibu, tahukah kamu nak?
Mata ibu tidak pernah benar2 kering dari air mata?
Hati ibu terluka dalam sekali, sayang… Karena kamu, tidak lagi menemani ibu menjalani takdir di dunia kotor ini.
Kamu pasti tahu, sayang… Hati ibu tidak pernah sedetik pun tidak memanggil namamu, merindukanmu.
Aaaah… andai saja kamu ada disini…
Nak, ibu sedang merintih “sakit” karena rindu kamu…
Ibu “hancur” karena kehilanganmu…
Ibu tahu, kamu pasti sangat2 bahagia di dunia penuh cinta dan damai.
Sayang… bukan ibu, tidak rela kamu menikmati bahagia dan damai.
Tapi… karena aku adalah ibumu, aku tidak akan pernah rela terpisah dari kamu, kehilangan harum-mu…
Karena, aku IBU, nak….
kesedihanmu merupakan jawaban dari Sang Maha Agung sebagai ungkapan rasa cinta dan kasih sayangNya. Karena dibalik kesedihan ada kebahagiaan yang hakiki. Ketidak relaanmu adalah kesalah pahamanmu terhadap makna dari kehidupan itu sendiri. Jika sedikit peka terhadap Haidar yang sudah berada dibalik tirai lain, dengan secuil kejernihan cara berpikir, maka tak ada kata yang layak diucapkan kecuali Iklash. Biarlah haidar selalu tersenyum ketika kerinduan itu hadir disetiap nafas yang anda hirup.
Assalamu’alaikum,
Kalo anda jalani semua perjalanan hidup ini dg penuh ikhlas, insha Allah hikmah akan anda dapatkan. Berusaha untuk terus bersyukur atas apapun yg Allah gariskan untuk kita, yakinlah bahwa itu baik buat kita. Semoga Allah memberikan anda keteguhan iman dlm menghadapi semua peristiwa dlm hidup anda. Amin.
Wassalam