Bullying…
banyak yang menganggap bullying itu hal yang wajar terjadi. TIDAK dong!!! bullying kan, termasuk kekerasan. dan sekali lagi, tidak boleh ada kekerasan di dunia yang telah diciptakan oleh Sang Maha Agung karena dan dengan Cinta.
Kekerasan, tidak hanya secara fisik, verbal pun consider sebagai kekerasan. nah, untuk masalah bullying yang ( dari dulu ) marak di sekolah2, terutama pada saat MOS, perploncoan, dll ( dari dulu ) hanya dianggap sebagai ‘angin’. Kalo ya, si korban bullying menanggapinya sebagai hal yang positif untuknya. Nah, kalo akibatnya justru malah jadi negatif?
Siapa pihak yang harus bertanggungjawab untuk bullying ini?
Guru? yang konon dikenal sebagai ‘pendidik?’ harus benar2 diluruskan pengertian dan peranan ‘pendidk’ disini. Banyak sekali para praktisi ‘ pendidikan’ yang melegalkan bullying sebagai sarana efektif untuk mendidik. Alhasil, mereka hanya semakin membantu meningkatnya monster2 tanpa kasih sayang.
Yang sangat penting, orang tua!!!
Bukan hanya para ortu harus diberi pendidikan tentang bullying. yang lebih penting, orang tua harus ‘membenahi’ dirinya sendiri terlebih dahulu. Karena, anak2 yang katanya menjadi harapan bangsa, mereka hanyalah korban dari kultur kekerasan, immorality, dll. Anak2 itu, bagaikan spons yang daya serapnya sangat2 hebat.
Kembali lagi, INTEGRITAS!!! jika, dari kecil mereka sudah disuguhi dengan adegan2 kekerasan, ya… yang mereka serap dan tersimpan rapat di otaknya hanyalah ide2 tentang kekerasan. Kalo, orangtuanya ” SENIOR ” ( Senang Istri Orang ), ketika sosok yang seharusnya menjadi ‘Raw material’ ini berbicara tentang kasih, tanggungjawab, moral, dll… sudah pasti, si anak akan menolak mentah2 nasihat2 luhur orangtuanya.
Mari… kita “SADAR”… Yuk, benahi diri. Yuk, kita sebar cinta. Yuk, mulai melongok integritas masing2 dan diperbaiki. Jangan ada lagi kekerasan dalam bentuk apapun. Yuk, kita jadikan dunia besar nan indah ini penuh damai dan cinta…