Mungkin… Hidup ini, bagai sebuah kepompong kupu kupu yang masih menggantung lekat pada batang pohon.
Sebuah keindahan luar biasa tersembunyi rapat di dalamnya. Keindahan yang terlihat rapuh, namun luar biasa tegar, kuat, hebat.
Batang pohon; dunia yang menjadi ‘tumpuan’ manusia dalam menjalani hidupnya. Manusia menempel kuat pada dunia, terbungkus rapat oleh egonya masing masing. entah itu masa lalu, kekhawatiran akan masa depan, ambisi, gejolak emosi, atau apapun namanya.
Aku lebih suka mengandaikan diriku sebagai kupu-kupu yang masih terbungkus di dalam kepompongya. aku sudah muak berada di dalam kepompong. Ingin rasanya terbang dengan bebas, mengarungi dunia, hinggap dari bunga ke bunga yang lainnya. Tidak peduli, dengan ganasnya angin yang setiap saat dapat menghempaskan, merobek sayap tipisku. Menikmati semua ‘tangan-tangan’ yang mencoba merenggut keindahanku.
Menebarkan cinta, menikmati kasih… Terlepas, dari semua belenggu yang selama di dalam kepompong menyayat perih.
kalaupun, aku nantinya terjatuh… itu berarti peranku sudah berakhir. dan akupun, terjatuh dengan tenang, menikmati akhir hidup dengan bahagia. Lega… karena semua sakit hilang.
Dan, dengan ketidakterbatasanku, aku tersenyum penuh CINTA dari ’sana’…