menanti cahaya…
untuk apa? toh Sang Cahaya selalu bersinar dengan terangnya.
hanya diri ini saja yang begitu bodohnya menghijabi diri dengan tirai yang sangat tebal. seolah-olah tak mau sedikitpun membiarkan tubuh yang kotor ini menikmati keindahan dan kehangatan Sang Cahaya.
Lucunya… aku selalu bertanya, menggugat… mengapa Sang Cahaya tidak pernah menyapaku.
Aneh memang, menutup diri dari keberadaanNya yang begitu nyata. Padahal Ia punya semua yang kubutuhkan. Cinta, Damai, Pesona… Ia yang sangat sangat tidak terbatas.
Malu rasanya mengingat, selama ini aku menangisi kemalanganku, kehausanku akan Cinta. Padahal selama ini, tak sedetikpun, tak secuilpun Cinta hilang, memalingkan KeAgunganNya dari diri ini.
Mungkin Sang Cahaya, Sang Cinta atau apapun namaNya yang kerap kali bertanya, kapan aku membalas CintaNya yang begitu tulus, besar, dalam, tak terbatas, tak bersyarat. padahal, sudah ribuan bahkan jutaan kali Ia memanggilku, melempariku, membelaiku.
Dan, aku masih saja terduduk meratapi hausku akan Cinta.
kau menanti cahaya..
.
aku menanti http://anditoaja.wordpress.com dan http://maulanusantara.wordpress.com di link menjadi di site ini
Salam kenal.
Adit
kau menanti cahaya..
.
aku menanti http://anditoaja.wordpress.com dan http://maulanusantara.wordpress.com di link di site ini
Salam kenal.
Adit
Manusia terlalu penuh kekurangan, tidak layak kita harapkan cinta nya…kita cuma butuh cinta NYA…
Salam