hIDUP… Perjalanan mengarungi ‘bayangan’. Yang menjadi pertanyaan, sepanjang apa bayangan yang dipilih manusia unuk diarungi. Dan, mengapa harus terpaku hanya pada ‘bayangan’Nya saja?
Sang Cinta, Yang Maha Agung…”menapaki” turun tangga surga.
seperti seorang raja turun dari singgasananya, menyapa, membelai rakyatnya.
Sang Cahaya, menebarkan CintaNya, tak tersisa, kepada semuanya, tak terlewatkan satu pun.
Membuat para penerima Cinta ‘terbutakan’
Hingga mereka semakin ‘menjadi-jadi’, me-lisensikan cinta hasil ‘pemberianNya’ sebagai milik pribadi.
Karena ‘kebutaan’, mereka lupa.
Mereka lupa, bahwa mereka hanyalah ‘bayangan’ Sang Cinta.
Yang penuh dengan Cinta, maka mereka-pun ‘ada’.